suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya kesuatu negara yang sebagian besar rakyatnya hidupnya dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukan bagaimana hidup orang yang miskin.
sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya pada anaknya “bagaimana perjalanan tadi?”
“sangat luar biasa ayah”
“kamu lihatkan bagaimana kehidupan mereka yang miskin”
“iya yah,”jawabnya
“jadi, apa yang dapat kamu ambil dari perjalanan ini?”
“saya melihat kenyataan bahwa kita memiliki 1 anjing, sedangkan mereka 4 anjing, kita mempunyai kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah taman, sedangkan mereka mempunyai kolam yang panjangnya tak terhingga,kita membeli lampu taman dari luar negeri, sedangkan mereka mempunyai bintang yang menerangi mereka. kita mempunyai taman yang lebar, sedangkan mereka mempunyai tamam seluas horison. kita hidup daitanah yang sempit, sedangkan mereka mempunyai tanah seluas mata memandang. kita mempunyai pelayan yang melayani kita setiap waktu, sedangkan mereka melayani diri mereka sendiri. kita membeli makan apa yang akan kita makan, sedangkan mereka menanam sendiri. kita memiliki dinding indah yang melindungi kita, sedangkan mereka mempunyai banyak teman yang melindungi mereka.”
dari jawaban itu, sang anak tidak dapat berkata apa apa, kemudian sang anak melanjutkan “terimakasih yah, akhirnya saya tahu betapa miskinnya kita”
terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan berkonsentrasi pada apa yang tidak kita miliki. kadang kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan anugrah bagi orang lain.
semua berdasarkan prespektif pribadi. pikirkanlah apa yang akan terjadi jika kita bersyukur atas semua yang diberikan ALLAH pada kita, daripada kuatir untuk meminta yang lebih lagi.
arifiuz Berkata:
on Oktober 15, 2008 at 2:43 pm
dongeng yang hebat!!!
annosmile Berkata:
on November 27, 2008 at 6:35 am
kok malah ngisi komentar sendiri???